Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

oleh Nanda Meirisya, 0906489321

Judul                           : Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa

Penulis                         : Weinata Sairin

Data Publikasi             : Jakarta:PT.BPK Gunung Mulia,2006

 

Apakah sebenarnya makna dari kehidupan berbangsa dan bernegara itu? Pertanyaan itu selalu muncul dan muncul lagi. Hal ini disebabkan oleh banyak orang yang belum mengerti tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Weinata Sairin, seorang pengamat politik dan agama, menulis mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Weinata Sairin, kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan suatu keanekaragaman (pendapat, kepercayaan, dan lain-lain) yang memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu guna memelihara keutuhan negaranya. Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya, yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait-mengait antara filosofi bangsa, idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya, tradisi, keadaan alam serta pengalaman sejarah. Upaya pemerintah dan rakyat menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegaranya memerlukan suatu konsepsi yang berupa “Wawasan Nasional” yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri. Kata “wawasan” berasal dari bahasa Jawa yaitu “mawas” yang artinya melihat atau memandang. Jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat. Kehidupan berbangsa dan bernegara senantiasa dipengaruhi oleh perkembangan lingkungan strategis sehingga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaanya. Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa dan negara, yaitu bumi/ruang dimana bangsa itu hidup, jiwa serta semangat manusia/rakyat, dan Lingkungan. Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi dan interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global. Selain itu kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi baik apabila tidak melemahnya kekuatan Pancasila sebagai ideologi hidup dan pandangan hidup bangsa.

Oleh karena itu, berdasarkan uraian-uraian tersebut maka dapatlah ditarik sebuah kesimpulan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara haruslah dijaga keutuhannya dalam sikap tenggang rasa baik dalam hal beragama maupun berbudaya. Karena hal tersebut merupakan modal utama bagi terciptanya masyarakat yang madani serta terciptanya suatu negara yang abadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: