Nasionalisme Indonesia

NASIONALISME INDONESIA

Oleh Nanda Meirisya, 0906489321

Pada zaman globalisasi saat ini, rasa peka terhadap sikap nasionalisme sangat jarang ditemui dalam jiwa masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena banyaknya kultur-kultur dari bangsa asing serta pengaruh-pengaruhnya yang menggerogoti kehidupan bangsa Indonesia. Untuk itu, perlu dibahas secara lebih lanjut agar masalah ini dapat dipahami lebih dalam. Beberapa referensi dan pendapat para penulis menunjang tulisan ini.

Dalam KBBI nasionalisme berarti paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri atau kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yangg secara potensial atau aktual bersama-sama mencapai, mempertahankan, dan mengabadikan identitas, integritas, kemakmuran, serta kekuatan bangsa itu. Dalam kata lain berarti semangat kebangsaan.

Menurut Ali Maschan Moesa nasionalisme Indonesia adalah hasil ciptaan masyarakat Indonesia yang majemuk, bukan hasil ciptaan pemerintah Indonesia. Nasionalisme seharusnya timbul karena adanya pluralisme yang telah ada di Indonesia sejak dahulu kala. Jadi, setelah adanya pluralisme maka muncullah nasionalisme. Namun, yang menjadi titik permasalahan disini ialah pluralisme itu sendiri telah tercemar oleh benda-benda asing dari luar. Untuk mengantisipasinya masyarakat Indonesia semestinya harus menjaga budaya Indonesia dan mencintai serta menghargai agar budaya Indonesia tersebut terjaga keutuhannya.

Kemudian Eros Djarot juga mengemukakan bahwa nasionalisme Indonesia yang secara tegas tak dapat dipisahkan dari jiwa kerakyatan, ruh kebangsaan dan semangat anti penindasan. Dalam tulisannya, beliau menjelaskan bahwa keberanian, semangat jiwa yang menggelora, dan kecintaan akan budaya bangsa membawa masyarakat Indonesia menuju Indonesia yang nasionalis.

Fahmi Salatalohy menguraikan beberapa penjelasan tentang dasar pokok utama menuju Indonesia yang nasionalis. Beliau mengatakan bahwa Indonesia yang kaya akan kulturnya sudah semestinya menjadi bahan tinjauan bagi masyarakat Indonesia untuk menimbulkan rasa nasionalisme. Dengan demikian, seperti beberapa penulis di atas telah menjelaskan juga bahwa semuanya itu berasal dari budaya, kultur, atau  kebiasaan diri terhadap kecintaan Indonesia.

Berbicara tentang adanya ancaman dari negara lain terhadap Indonesia. Hal ini sangat erat kaitannya dengan rasa nasionalisme. Jika setiap individu-individu di Indonesia telah tertanam dasar nilai dari sikap nasionalisme  maka ancaman dari negara setidaknya dapat sedikit tertasi. Namun sebaliknya, jika modal awalnya saja individu-individu tersebut tidak memilikinya maka ancaman dari luar Negara akan semakin marak terjadi.

Jadi, bedasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas. Maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa sikap nasionalisme dapat ditimbulkan jika masayarakat Indonesia memilki rasa cinta, menghargai, dan menghormati budayanya sendiri. Dengan begitu, ancaman dari negara luar dapat terisolir karena adanya sikap nasionalisme dari masyarakat Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Salatalohy, Fahmi.2004.Nasionalisme Kaum Pinggiran:Dari Maluku Tentang Maluku Untuk Indonesia.Yogyakarta:LKiS

Moesa, Ali Maschan.2007.Nasionalisme Kiai:Konstruksi Sosial Berbasis Agama.Yogyakarta:LKis

Djarot, Eros.2006.Rapot Indonesia Merah.Tangerang:PT. Agromedia Pustaka

http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php (14 November 2009, 14.22).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: