LTM Annisa-0906553160

Agama, Tradisi, dan Budaya

Oleh Annisa, 0906553160

Judul               : CULTURED! Budaya Organisassi dalam Tantangan.

Pengarang       : Dr.Djokosantoso Moeljono

Data Publikasi: Jakarta, Elex Media Komputindo

Setiap bangsa yang ada di dunia ini memiliki budaya yang berbeda, dan begitu juga dengan agama dan tradisinya. Tetapi, dengan perbedaan itu tidak seharusnya ada permusuhan di dunia ini. Dengan adanya perbedaan itu maka bisa saling menghargai dan menghormati satu sama lainnya.

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.

Ada begitu banyak definisi tentang budaya. Stoner, dan kawan-kawan (1995) memberikan arti budaya sebagai golongan kompleks asumsi, tingkah laku, cerita, mitos, metafora, dan berbagai ide lain yang menjadi satu untuk menentukan apa arti menjadi anggota masyarakat tertentu. Krech (dalam Graves, 1986) mengemukakan bahwa budaya adalah sebagai suatu pola semua susunan, baik material maupun perilaku yang sudah diadopsi masyarakat sebagai suatu cara tradisional dalam memecahkan masalah-masalah para anggotanya. Budaya di dalamnya juda termassuk semua cara yang telah terorganisasi, kepercayaan, norma, nilai-nilai budaya implisit, serta premis-premis yang mendasar dan mengandung suatu perintah.

Di Indonesia, Haryati Subadio (1985) memberikan pengertian praktis tentang budaya yaitu sebagai sistem nilai dan gagasan utama (vital). Dengan demikian budaya meliputi 3 sistem, yaitu sistem ideologi, sistem sosial, dan sistem teknologi. Selain itu, sebagai acuan pola tingkah laku, maka budaya dapat dipahami sebagai hasil cipta (logika), perasaan (estetika), kemauan (etika) manusia dan sebagai ilmu pengetahuan, eksistensi, dan praktik komunikasi.

Graves (1986) mengemukakan 3 sudut pandang berkaitan dengan budaya:

  1. Budaya merupakan produk konteks pasar di tempat organisasi beroperasi, peraturan yang menekan, dan sebagainya.
  2. Budaya merupakan produk struktur dan fungsi yang ada dalam organisasi, misalnya organisasi yang tersentralisasi berbeda dengan organisassi yang terdesentralisasi.
  3. Budaya merupakan produk sikap orang-orang dalam pekerjaan mereka, hal ini berarti produk perjanjian psikologis antara individu dengan organisasi.

Masing-masing pendekatan memperlakukan budaya sebagai sesuatu yang objektif, seolah setiap orang bisa mengobservasi fenomena yang sama.

Agama, Budaya dan Masyarakat jelas tidak akan berdiri sendiri, ketiganya memiliki hubungan yang sangat erat dalam dialektikanya; selaras dalam menciptakan ataupun kemudian saling menegasikan.

Melihat pembahasan di atas, terlihat bahwa budaya yang digerakkan agama timbul dari proses interaksi manusia dengan kitab yang diyakini sebagai hasil daya kreatif pemeluk suatu agama tapi dikondisikan oleh konteks hidup pelakunya, yaitu faktor geografis, budaya dan beberapa kondisi yang objektif. Dan dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: