Konsep Arsitektur Menurut Para Filsuf

KONSEP ARSITEKTUR MENURUT PARA FILSUF

oleh Nanda Meirisya, 0906489321

Teori dan sejarah selalu diperlukan untuk bahan mempelajari dan memahami arsitektur. Teori dalam arsitektur berkenaan dengan apakah arsitektur itu, apa yang harus diperbuat olehnya, dan bagaimana cara merancangnya. Berikut ini adalah beberapa orang filsuf dan tokoh-tokoh arsitektur terkenal di seluruh belahan dunia. 

Luis Immanuel Kahn. Arsitektur adalah pemikiran yang matang dalam pembentukan ruang. Pembaharuan arsitektur secara menerus adalah disebabkan perubahan konsep ruang. Arsitektur adalah sesuatu yang tak dapat diukur (immeasurable) menjadi sesuatu yang dapat diukur (measurable). Kant mengatakan bahwa ruang memaksa kita akan ide-ide yang sebenarnya nyata, dan tidak berdasarkan sasaran akhirnya. Hal ini akibat pengalaman dari luar. Kant juga memberikan satu rumusan tentang beauty atau keindahan, yaitu beauty only exists if it creates universal, necessary, and uninterested satisfaction and has purposeness without purpose. Keindahan ini juga dibedakan oleh Kant menjadi: free beauty (Pulchritudo Vaga) dan dependent beauty. Di dalam kodrat ruang terdapat semangat  dan kemampuan yang berada dalam suatu cara tertentu. Perancangan harus mengikuti kemauan tersebut dengan ketat. Oleh karena itu, seekor kuda yang dicat belang bukanlah seekor zebra. Sebelum sebuah stasiun kereta api berupa sebuah bangunan, stasiun itu ingin menjadi sebuah jalan. Stasiun itu berkembang di luar kebutuhan akan jalan, di luar keteraturan pergerakan. Suatu pertemuan garis-garis permukaan tercermin. 

            Le Corbusier. Arsitektur adalah penataan beberapa massa yang dengan hebat, tepat dan baik sekali digabungkan dengan cahaya.

Mata kita diciptakan untuk melihat bentuk-bentuk dala cahaya, cahaya dan bayangan mengungkapkan bentuk-bentuk seperti, kubus, kerucut, bola, silinder, atau piramida adalah bentuk-bentuk dasar yang hebat yang diungkapkan oleh cahaya dengan jelas. Citra benda ini adalah tegas dan nyata tanpa kesimpangsiuran. Untuk alasan itulah bahwa bentuk-bentuk tersebut adalah bentuk-bentuk yang indah, bahkan bentuk yang paling indah.

 

            Hegel. Arsitektur adalah seni yang paling rendah, karena arsitektur banyak menggunakan bahan. Sedangkan yang paling tinggi adalah poetry karena ia immaterial (tak bisa diraba).

 

 

 

Gottfried Semper. Arsitektur merupakan seni dari bahan-bahan yang telah ada. Ia merupakan arsitek pertama yang mengakui bahwa bahan metal mempunyai potensi yang besar dalam arsitektur. Oleh karena itu, Gottfried Semper mencoba dalam ungkapan arsitektur menggunakan bahan-bahan yang telah ada seperti batu, kayu, baja, dan lain sebagainya, tetapi juga menggunakan textile, ceramic, tectonic, dan stereotomic. Ia berpendapat bahwa bahan bangunan utama yang selalu berlomba dalam ungkapan arsitektur, fleksibilitas dan lain sebagainya adalah kayu, baja, dan beton.

 

 

Mies Van Der Rohe. Arsitektur menurut pandangannya adalah semangat dan keinginan untuk menerjemahkan zaman kedalam ruang esensi dari teknologi modern, merupakan bagian penting yang harus bermakna dalam karya arsitektur. Hal ini terungkap karena pemikirannya bahwa teknologi dalah ungkapan intelektualitas manusia modern dan teknologilah yang mendominasi kecendrungan mendatang.

William Wayne Caudill. Bentuk dan ruang adalah bukan arsitektur. Arsitektur terjadi hanya bila seseorang sedang mengalami atau menikmati bentuk dan ruang tersebut.

Bruno Zevi. Untuk menggenggam ruang, harus mengetahui bagaimana cara melihatnya, adalah merupakan kunci terhadap pemahaman bangunan. Mereka-mereka yang terjun ke dalam penyelidikan yang lebih rumit, ke dalam kesatuan organik manusia dengan arsitektur akan pertama-tama sepakat bahwa pokok-pokok permulaan bagi suatu pandangan tentang arsitektur yang menyatu, dan luas adalah interpretasi mengenai ruang, serta mereka akan mengukur setiap elemen yang masuk ke dalam sebuah bangunan menurut ruang yang melingkupinya.

Diana Faidy. Bangunan-bangunan mempengaruhi indera estetika kita dan menyebabkan kita dapat merasakan hal-hal yang baik ataupun sebaliknya. Arsitektur yang memiliki bentuk-bentuk eksterior dan interior yang menyenangkan mata kita juga meningkatkan dan memperkaya pikiran kita  dan mempertinggi semangat kita. Hal itu merupakan santapan bagi jiwa kita dan meninggalkan suatu kesan yang abadi atas kehidupan kita.

Frank Llioyd Wright. Perkataan organik menunjuk kepada kesatuan yang lahir. Barangkali perkataan integral atau intrinsik lebih tepat digunakan. Sebermula digunakan dalam arsitektur. Organik berarti bagian keseluruhan seperti keseluruhan ke bagian. Jadi, kesatuan adalah integral adalah apa yang sesungguhnya dimaksudkan oleh perkataan organik .

J.M. Richards. Arsitektur yang baik adalah hasil dari berpedoman pada aturan-aturan tetapi itu tidaklah berarti bahwa arsitektur yang baik adalah otomatik dihasilkan oleh petunjuk-petunjuk praktis. Itu berate bahwa imajinasi arsitek dan indera artistiknya diterapkan di dalam batas-batas yang diterapkan oleh suatu bahasa arsitekturr yang universal.

Charles Jencks. Tugas utama arsitek adalah membuat bentuk-bentuk yang terbaik dari apa yang sudah ada. Karena kreasi nampaknya tidak berguna dihadapan industry kita yang melimpah ruah. Suatu penemuan adalah pemborosan yang menyolok. Waktu sebaiknya dibuang untuk mengumpulkan sumber-sumber kita, mempelajari bidang-bidang pilihan. Seorang perancang ‘adhocist’ adalah sangat banyak dihadapkan kepada penemuan-penemuan radikal yang mengakibatkan suatu kapsul ruang sebanyak ia hadapkan dengan prinsip-prinsip perancangan yang baik ataupun arsitektur moderen. Apa yang diusulkan adalah suatu eklektisisme yang cemerlang.

Vitruvius. Arsitektur tergantung kepada tata tertib, pengaturan, harmoni irama, simetri, norma-norma, dan ekonomi.

Walter Gropius. Arsitek harus membayangkan bangunan tidak sebagai monument, tetapi sebagai wadah untuk arus kehidupan dimana bangunan tersebut harus melayani dan konsepsinya harus cukup fleksibel untuk menciptakan suatu kesesuaian latar belakang guna menyerap segi-segi dinamik dari kehidupan modern kita. Belajar dalam sejarah seni dan arsitektur, intelektual dan analitik dalam karakter membuat mahasiswa terbiasa dengan kondisi-kondisi dan alasan-alasan yang telah mengungkapkan ekspresi – ekspresi visual dari periode-periode yang berbeda-beda. Misalnya, perubahan pada filosoffi, pada politik an pada alat – alat produksi yang disebabkan oleh penemuan – penemuan baru. Mahasiswa-mahasiswa tersebutdapat memeriksa prinsip-prinsip yang dijumpai olehnya melalui latihan-latihan sebelumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Frank, D.K. Ching. 1993. Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Susunannya. Jakarta: Erlangga.

Snyder, James dkk. 1984. Pengantar Kepada Arsitektur. Bandung: PT. Intermedia.

Widya, Leonardo. 2002. Fundamental of Art and Design. Jakarta: Annual Design.

1 Comment »

  1. mayang Said:

    Hai Kelas MPKT22,
    Apa sudah lihat nilai di SiakNG?


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: